Teori Belajar

1. Teori Daya
Aristoteles menyatakan bahwa jiwa terdiri atas berbagai kekuatan (daya). Belajar merupakan upaya melatih daya-daya itu. Pelatihan daya berpikir dengan memperbanyak mengerjakan soal-soal hitungan dan menjadi kuat daya pikir, seperti halnya pelatihan otot tangan yang terus-menerus akan kuat mengangkat barang'barang yang besar.
2.Teori Koneksionisme
Berdasarkan pendapat bahwa belajar mempakan kegiatan mendapatkan ikatan hubungan kuat antara stimulus (S) dengan respons (S). Rumus teorinya Sarbond SR (S dan , R) dikaidiubungkan. Teori ini mengakibatkan cara belajar dengan melimpahkan berbagai pelatihan soal berjawab yang tak terbantah.
3. Teori Gestalt
Teori Gestalt diketengahkan oleh Max Wertheiner, yang menyatakan bahwa belajar ialah mencari tilikan, penglihatan. Dalam tiap persoalan (kesulitan) terdapat inti yang menjadi kunci pemecahan yang harus ditilik atau diamati. Seutas benang kusut tentu ada pangkal ujungnya. Bila kita menemukan keduanya itu, tentu dapat mengurangi suatu persoalan. Seluruhnya terdiri dari bagian-bagian yang saling berkaitan. Bila bagian yang hilang dapat teramati, dapatlah kita memecahkan persoalan itu.
4. Teori Belajar Bermaksud.
Edward Tolman mengemukakan bahwa belajar merupakan pengorganisasian perbuatan (kelakuan) untuk meraih maksud. Maksud itu menjadi keperluan utama yang terendap pada nurani kejiwaan (psycho) pada diri mereka yang sedang belajar. Teori belajar sebagai pengalaman. Teori ini dikenal dengan learning by doing atau belajar sambil berbuat, sejalan dengan ungkapan pengalaman adalah guru yang paling baik. Artinya, kita harus menga-laml sendiri, melakukan berbagai pemecahan persoalan.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Proses Belajar
1. Faktor intern
a. Aspek kejiwaan
Keadaan inteligensi dapat mewamai proses seseorang. IQ tinggi (genius) lebih mudah mengalami proses bela­jar daripada orang dengan IQ-nya rendah. Di samping itu, pembawaan, keadaan emosi, kekuatan kemauan, aya fantasi, semuanya berpengaruh terhadap belajar.
b. Aspek jasmaniah
Keadaan alat indra, kesehatan, anggota badan ber­pengaruh kepada jalannya belajar dalam keadaan sakit atau sedih, misalnya seseorang tentu tidak dapat bela-jar secara layak atau baik.
2. Faktor ekstern
Segala hal, baik benda atau orang, maupun suasana dan keadaan yang melingkupi atau mengelilingi orang yang ' belajar berpengaruh kepada proses dan hasil belajar seseorang. Belajar dalam keadaan yang teratur, nyaman, bersih, jauh dari kebisingan dan tidak diganggu teman yang mengganggu (mengajak mengobrol, menonton, bermain-main, dan sebagainya) akan lebih berhasil daripada dalam lingkungan semrawut banyak gangguan teman untuk
berbuat yang bukan-bukan.
3. Faktor teknik pendekatan belajar
Teknik-teknik belajar yang umum di antaranya adalah metode partial, metoda global, dan metode gabungan.
A Metode partial, yaitu belajar dengan cara .sebagian demi sebagian, setahap demi setahap berturut-turut.
B. Metode global, yaitu belajar dengan cara mempelajari keseluruhan dahulu secara umum, baru kemudian sebagian-sebagian, setahap demi setahap sehingga bagian-bagian renik menampak dengan jelas.
C. Metode gabungan, yaitu dengan cara belajar dengan dimulai menyeluruh, kemudian sebagian demi seba­gian, lalu menyeluruh lagi dengan penuh kecermatan, kemudian mempelajari lagi bagian demi bagian secara mendalam. Demikianlah seterusnya.

0 komentar:

Poskan Komentar

Apa yang Anda tulis adalah hasil dari pola pikir Anda.

 
Konsultasi Belajar. Design by Wpthemedesigner. Converted To Blogger Template By Anshul Tested by Blogger Templates.