Guru, penghambat kreatifitas dan imajinasi anak

Seorang anak pulang dari sekolah membawa hasil gambarannya yang nampak bagus. Sang ayahpun memuji anak yang telah berusaha membuat karya yang bagus. "Wah, kakak hebat, Gambarnya bagus. Idenya dari mana, Kak?"
Sang anak dengan kepolosan dan kejujruannya berkata, "Dicontohin sama bu guru, yah."
Maka pupus sudah kebanggaan yang semua mencuat dalam hati sang ayah. Perasaan itu kini tergantikan dengan perasaan sedih, cemas, dan geram.
Mengapa?
Coba Anda bayangkan, Seorang guru memberikan contoh gambar yang harus ditiru murid-muridnya. Padahal dalam otak anak sudah ada ratusan bahkan ribuan ide-ide kreatif yang siap dikaryakan. Apa yang terjadi? Maka sang anak akan mengubur ide-ide orisinilnya. Sang anak untuk memenuhi keinginan dan ambisi gurunya, relah memendam dan menghancurkan imajinasi dan kreatifitasnya agar bu guru dapat pujian orangtua karena hasil karya murid-muridnya bagus semua.
Sang ayah ayah mengurut dada, menyesalai mengapa masih ada guru seperti itu. Dan ternyata yang membaut sang ayah nangis dalam hati, hampir semua guru TK memilih metode itu.
Mau dikemanakan ide-ide cerdas anak-anak?
Mau ditaruh dibagian otak mana imajinasi sang anak?
Wahai bu guru dan bapak guru sadarlah apa yang Anda lakukan ....
Jangan hambat kreatifitasmurid Anda,
Jangan berangus imajinasi mereka.

0 komentar:

Poskan Komentar

Apa yang Anda tulis adalah hasil dari pola pikir Anda.

 
Konsultasi Belajar. Design by Wpthemedesigner. Converted To Blogger Template By Anshul Tested by Blogger Templates.